Jumat

Pengertian Model Pembelajaran Karya Wisata dari Berbagai Tokoh

Sudah lama admin gak menyapa sahabat-sahabat zonainfosemua, karena kesibukan yang luar biasa sehingga baru hari ini admin bisa meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan sahabat semua. kali ini admin akan membedah model pembelajaran Karya wisata. model pembelajaran karya wisata pada dasarnya bukanlah kategori model pembelajaran PAIKEM, melainkan salah satu model pembelajaran klasik. meskipun klasik karya wisata mempunyai banyak kelebihan yang bisa membantu peserta didik dalam proses pemahaman materi pelajaran, karena pada metode ini peserta didik diajarkan untuk terjun lagsung pada lingkungan masyarakat. Pengertian Model Pembelajaran Karya Wisata menurut beberapa tokoh pendidikan antara lain :
  1. menurut Mulyasa (2005) Metode field trip atau karya wisata merupakan suatu perjalanan atau pesiar yangdilakukan oleh peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar, terutama pengalaman langsung dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Meskipunkarya wisata memiliki banyak hal yang bersifat non akademis, tujuan umum pendidikandapat segera dicapai, terutama berkaitan dengan pengembangan wawasan pengalamantentang dunia luar 
  2. Menurut checep (2008) Metode karyawisata atau widyawisata adalah cara penyajian dengan membawa siswamempelajari materi pelajaran di luar kelas. Karyawisata memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar, dapat merangsang kreativitas siswa, informasi dapat lebih luasdan aktual, siswa dapat mencari dan mengolah sendiri informasi. Tetapi karyawisatamemerlukan waktu yang panjang dan biaya, memerlukan perencanaan dan persiapan yang tidak sebentar. 
  3. Menurut Djamarah (2002). teknik karya wisata, yang merupakan cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari ataumenyelidiki sesuatu seperti meninjau pegadaian. Banyak istilah yang dipergunakan pada metode karya wisata ini, seperti widya wisata, study tour, dan sebagainya. Karya wisata ada yang dalam waktu singkat, dan ada pula yang dalam waktu beberapa hari atau waktu panjang 
  4. Menurut Roestiyah (2001) karya wisata bukan sekedar rekreasi, tetapi untuk belajar atau memperdalam pelajarannyadengan melihat kenyataannya. Karena itu dikatakan teknik karya wisata, ialah cara mengajar yang dilaksanakan dengan mengajak siswa ke suatu tempat atau obyek tertentu di luar sekolah untuk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, suatu bengkel mobil, toko serba ada, dan sebagainya.
Langkah – langkah yang harus diperhatikan dalam Metode karyawisata yaitu:
Dengan metode karyawisata, guru mengajak siswa ke suatu tempat (objek) tertentu untuk mempelajari sesuatu dalam rangka suatu pelajaran di sekolah. Berbeda dengan darmawisata, disini para siswa sekedar pergi ke suatu tempat untuk rekreasi. Metode karyawisata berguna bagisiswa untuk membantu mereka memahami kehidupan riil dalam lingkungan beserta segalamasalahnya . Misalnya, siswa diajak ke museum, kantor, percetakan, bank, pengadilan, atau kesuatu tempat yang mengandung nilai sejarah/kebudayaan tertentu.Agar penggunaan teknik karya wisata dapat efektif, maka pelaksanaannya perlumemeperhatikan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Persiapan Dalam merencanakan tujuan karyawisata, guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin obyek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok,serta mengirim utusanUntuk menetapkan tujuan ini ditunjuk suatu panitia dibawah bimbingan guru, untuk mengadakan survei ke obyek yang dituju. Dalam kunjungan pendahuluan ini sudah harus diperoleh data tentang objek antara lain tentang lokasi, aspek-aspek yang dipelajari, jalan yang ditempuh, penginapan, makan dan biaya transportasi, bila objek yang dituju jauh. dimana. 
  2. Perencanaan Hasil kunjungan pendahuluan (survei) dibicarakan bersama dalam rangka menyusun perencanaan yang meliputi: tujuan karyawisata, pembagian objek sesuai dengan tujuan, jenis objek sesuai dengan tujuan, jenis objek serta jumlah siswa.
  • Dibentuk panitia secara lengkap, termasuk ketua tiap kelompok/seksi. 
  • Menentukan metode mengumpulkan data, mungkin berwujud wawancara, pengamatan langsung, dokumentasi. 
  • Penyusunan acara selama karyawisata berlangsung.Kepada para siswa harus ditanamkan disiplin dalam mentaati jadwal yang telahdirencanakan sehingga pelaksanaan berjalan lancar sesuai dengan rencana. 
  • Mengurus perizinan. 
  • Menentukan biaya, penginapan, konsumsi serta peralatan yang diperlukan. 

 3. Pelaksanaan Siswa melaksanakan tugas sesuai dengan pembagian yang telah ditetapkan dalam rencanakunjungan, sedangkan guru mengawasi, membimbing, bila perlu menegur sekiranya ada siswayang kurang mentaati tata tertib sesuai acara. Pemimpin rombongan mengatur segalanya dibantu petugas-petugas lainnya, memenuhi tata tertib yang telah ditentukan bersama, mengawasi petugas-petugas pada setiap seksi, demikian pula tugas-tugas kelompok sesuai dengan tanggung jawabnya, serta memberi petunjuk bila perlu.

 4. Pembuatan laporan Akhir karya wisata, pada waktu itu siswa mengadakan diskusi mengenai segala hal hasilkarya wisata, menyusun laporan atau paper yang memuat kesimpulan yang diperoleh, menindak lanjuti hasil kegiatan karya wisata seperti membuat grafik, gambar, model-model, diagram, serta alat-alat lain dan sebagainya. Hasil yang diperoleh dan kegiatan karyawisata ditulis dalam bentuk laporan yang formatnya telah disepakati bersama.

 Menurut Mulyasa Sebelum karya wisata digunakan dan dikembangkan sebagai metode pembelajaran, hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu:
a) Menentukan sumber-sumber masyarakat sebagai sumber belajar mengajar.
b) Mengamati kesesuaian sumber belajar dengan tujuan dan program sekolah.
c) Menganalisis sumber belajar berdasarkan nilai-nilai paedagogis.
d) Menghubungkan sumber belajar dengan kurikulum, apakah sumber-sumber belajar dalam karyawisata menunjang dan sesuai dengan tuntutan kurikulum, jika ya, karya wisata dapatdilaksanakan.
e) Membuat dan mengembangkan program karya wisata secara logis, dan sistematis.
f) Melaksanakan karya wisata sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan, denganmemperhatikan tujuan pembelajaran, materi pelajaran, efek pembelajaran, serta iklim yangkondusif.
g) Menganalisis apakah tujuan karya wisata telah tercapai atau tidak, apakah terdapat kesulitan-kesulitan perjalanan atau kunjungan, memberikan surat ucapan terima kasih kepada mereka yang telah me mbantu, membuat laporan karyawisata dan catatan untuk bahankarya wisata yang akan datang.

sumber :
buku tips menjadi Guru inspiratif, 
buku cooperative learning
buku 7 tips aplikasi Pakem
buku metode dan model-model mengajar
jendelakeluarga.com, 

Pengertian Guru Menurut Pakar Pendidikan

Peran Guru dalam proses kemajuan pendidikan sangatlah penting. Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari sisi itelektulitas saja melainkan juga dari tata cara berperilaku dalam masyarakat. Oleh karena itu tugas yang diemban guru tidaklah mudah. Guru yang baik harus mengerti dan paham tentang hakekat sejati seorang guru, hakekat guru dapat kita pelajari dari definisi atau pengertian dari istilah guru itu sendiri. Maka pada kesempatan kali ini admin akan membahas pengertian guru menurut para ahli pendidikan maupun dari literature terkait antara lain :

Falsafah Jawa Guru diartikan sebagai sosok tauladan yang harus di “gugu lan ditiru”. Dalam konteks falsafah jawa ini guru dianggap sebagai pribadi yang tidak hanya bertugas mendidik dan mentransformasi pengetahuan di dalam kelas saja, melainkan lebih dari itu Guru dianggap sebagai sumber informasi bagi perkembangan kemajuan masyarakat ke arah yang lebih baik. Dengan demikian tugas dn fungsi guru tidak hanya terbatas di dalam kelas saja melainkan jauh lebih kompleks dan dalam makna yang lebih luas. Oleh karena itu dalam msyarakat jawa seorang guru dituntut pandai dan mampu menjadi ujung tombak dalam setiap aspek perkembangan masyarakat (multi talent).

Undang-undang nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini melalui jalur formal pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Pengertian guru diperluas menjadi pendidik yang dibutuhkan secara dikotomis tentang pendidikan. Pada bab XI tentang pendidik dan tenaga kependidikan. Dijelaskan pada ayat 2 yakni pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Hasil motivasi berprestasi, melakukan bimbingan dan pelatihan serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.

Husnul Chotimah (2008) Guru dalam pegertian sederhana adalah orang yang memfasilitasi proses peralihan ilmu pengetahuan dari sumber belajar ke peserta didik.

Dri Atmaka (2004: 17) pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberikan pertolongan kepada anak didik dalam perkembangan baik jasmani maupun rohaninya. Agar tercapai tingkat kedewasaan mampu berdiri sendiri memenuhi tugasnya sebagai mahluk Tuhan, mahluk sosial dan mahluk individu yang mandiri.

E. Mulyasa (2003: 53) pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan Pendidikan Nasional.

Ahmadi (1977: 109) pendidik adalah sebagai peran pembimbing dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Menyediakan kondisi-kondisi yang memungkinkan siswa merasa aman dan berkeyakinan bahwa kecakapan dan prestasi yang dicapai mendapat penghargaan dan perhatian sehingga dapat meningkatkan motivasi berprestasi siswa.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (1993: 288) guru adalah orang yang pekerjaannya, mata pencahariannya, dan profesinya mengajar.

Drs. Moh. Uzer Usman (1996: 15) guru adalah setiap orang yang bertugas dan berwenang dalam dunia pendidikan dan pengajaran pada lembaga pendidikan formal. Guru sekolah dasar adalah guru yang mengajar dan mengelola administrasi di sekolah itu. Untuk melaksanakan tugasnya prinsip-prinsip tentang tingkah laku yang diinginkan dan diharapkan dari semua situasi pendidikan adalah berjiwa Pancasila. Berilmu pengetahuan dan keterampilan dalam menyampaikan serta dapat dipertanggungjawabkan secara didaktis dan metodis. Sebagai profesi, guru memenuhi ciri atau karakteristik yang melekat pada guru, yaitu:
1. Memiliki fungsi dan signifikasi sosial bagi masyarakat, dirasakan manfaatnya bagi masyarakat.
2. Menurut ketrampilan tertentu yang diperoleh melalui proses pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan.
3. Memiliki kompetensi yang didukung oleh suatu disiplin ilmu tertentu (a sytenatic bady of knowledge).
4. Memiliki kode etik yang dijadikan sebagai satu pedoman perilaku anggota beserta saksi yang jelas dan tegas terhadap pelanggaran kode eti tersebut.
5. Sebagai konsekwensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat, maka anggota profesi secara perorangan atau kelompok berhak memperoleh imbalan finansial atau material.

sumber: Buku Tips menjadi Guru inspirtif, ptkcontoh.com, 7 Tips aplikasi PAKEM

Resensi Buku "7 Tips Aplikasi PAKEM"


Resensi Buku
Judul : 7 Tips Aplikasi PAKEM
Tebal : 1,5 cm
Penerbit : Diva Press
Pengarang : Jamal Ma`mur Asmani

Pada rubrik Resensi buku kali ini admin akan membedah buku yang berjudul “7 Tips Aplikasi PAKEM” karya Jamal Ma`mur Asmani. Buku yang juga menjadi Best Seller Nasional ini memang memiliki pemaparan yang cukup lengkap. Letak pentingnya strategi PAKEM yaitu Pembelajaran aktif, kreatif, Efektif dan Meyenangkan sebagai acuan pembelajaran dijulaskan secara gamblang dengan berbagai macam strategi yang berorientasi untuk menggali potensi terbesar siswa dengan metodologi pembelajaran yang mengedepankan keaktifan anak, mendorong kreativitas, efektif dalam pencapaian target dn kualitas, serta menyenangkan dalam prosesnya sehingga anak bisa memahami materi dengan nyaman, senang dan ceria.

Oleh karena itu dengan berbagai pengalaman yang sudah dilalui, Jamal Ma`mur Asmani menguraikan model pembelajaran PAKEM dalam 7 poin penting yang terjabar dengan jelas yaitu:
• Mengenal metode dan model pembelajaran PAKEM
• Memahami Hakikat PAKEM
• Prinsip PAKEM
• Metodologi PAKEM
• Peran guru dalam penerapan PAKEM
• Peran komite sekolah, masyarakat dan orang tua siswa dalam PAKEM
• Kendala Aplikasi PAKEM
• Tips-tips efektif PAKEM
Kelebihan lain buku ini juga dilengkapi berbagai pedoman pelaksanaan dan langkah-langkah yang harus dilakukan guru dalam menjalankan metode pembelajaran yang berbasis PAKEM atau PAIKEM seperti metode Talking stick, Metode Snowball Throwing, Metode Course Review Horey, Metode Think Pair and share dll.



Bagi pembaca yang ingin memiliki buku ini cukup Kirim SMS dengan format :
Pesan#Judul buku#Jumlah#nama lengkap#alamat lengkap
Contoh:
Pesan#7 Tips Aplikasi PAIKEM#1pcs#heru setiawan#jl. ahmad yani no.224 mojosari-mojokerto 61382
SMS pemesanan dapat dikirim ke :
0856-321-6268 (indosat) 0822-3300-24246 (Telkomsel)
 info selengkap bisa anda lihat di zona buku murah

Senin

Kriteria Guru Menurut Pakar Pendidikan

Perkembangan pesat teknologi informasi saat ini, kiranya menumbuhkan tantangan tersendiri bagi Guru. Mengingat guru sudah bukan lagi satu-satunya sumber informasi hingga muncul pendapat bahwa pendidikan bisa berlangsung tanpa guru. Hal ini benar jika pendidikan diartikan sebagai proses memperoleh pengetahuan. Namun perlu diingat pendidikan merupakan proses pendewasaan, maka prosesnya tidak dapat ditinggalkan dari peran vital guru. Oleh karena itu dalam paradigma masyarakat dewasa ini, tuntutan terhadap guru semakin lebih berat. Sehingga muncul pemikiran guru yang baik adalah guru yang tidak hanya cukup memiliki nilai-nilai dan perilaku yag baik saja melainkan harus menjadi panutan dan sumber segala informasi baik bagi siswa maupun lingkungan masyarakat sekitar. Oleh sebab itu para pakar pendidikan menentukan kriteria-kriteria yang harus dimiliki seorang guru antara lain :
  1. Prof Herawati Susilo MSc, P.Hd  :Ada 6 kriteria guru masa depan (ideal) yaitu : belajar sepanjang hayat , literate sains dan teknologi, menguasi bahasa inggris dengan baik, termpil melksaakan penelitin tindakan kelas, rajin menghasilkan karya tulis ilmiah, dan mampu mendidik peserta didik berdsarkan filosofi konstruktivisme degn pendektn kontekstual. 
  2. Husnul Chotimah : Ada beberapa kriteria guru ideal yaitu : dapat membagi waktu dengan baik, rajin membaca, banyak menulis, gemr melakukn penelitian. 
  3. Wijaya Kusumah : Guru ideal adalah sosok guru yang mampu menjadi panutan dn selalu memberikn keteladanan. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis. Semakin diambil semakin jernih airnya. Mengalir bening dan menghilangkan rasa dahaga bagi sipa sja yang meminumnya.
sumber literatur : Buku Tips menjadi Guru inspiratif, kreatif dan inovatif.

Jumat

Pengertian Metode Pembelajaran Snowball Throwing

Metode Snowball throwing merupakan bagian dari metode pambalajaran PAIKEM, yaitu metode pembelajaran yang mengacu pada pembelajarn Aktif, Inovatif, Kreatif, efektif dan menyenangkan. Metode pembelajran ini membantu siswa dalam memahami materi pelajaran degan cara belajar sambil bermain, sehingga dengan demikian diharapkan siswa dapat lebih cepat dalam prosesnya memahami suatu materi pelajaran tanpa merasa terbebani ataupun merasa kesulitan.
Langkah-langkah yang harus dilakukan Guru dalam melaksanakan metode Snowball throwing ntara lain:
a. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
b. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
c. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
d. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja meyangkut materi yang sudah dijelaskan
e. Kertas yang berisi pertanyaan tersebut kemudin dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama lebih kurang 15 menit
f. Setelah waktu melempar habis, setiap siswa mendapatakan satu bol kertas yag berisi pertanyaan, siswa tersebut kemudian diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas tersebut secara bergantian
g. Guru mengadakan evluasi tentang materi yang baru saja dijelaskan
h. Guru menutup pembelajaran

Sumber Literatur: 7Tips Aplikasi PAIKEM, Tips menjadi Guru IKI, Cooperative learning, Model-model pembelajaran

Model Pembelajaran Course Review Horey



Model pembelajaran berbasis PAIKEM dewasa ini mengalami Perkembangan yang cukup pesat. Selain karena faktor dorongan dari pemerintah (program sertivikasi), faktor internal terutama yang berasal dari siswa itu sendiri ikut menjadi pemicu bagi para Guru untuk lebih mengembangkan kompetensinya terutama dalam hal variasi model pembelajaran.
Sebagai media partner dunia pendidikan zonainfosemua.com berusaha menyajikan beberapa contoh model pembelajaran PAIKEM terkini seperti Example non Example, Talking Stick dan Think Pair Share. Dan pada kesempatan kali ini untuk menanggapi permintaan beberapa pembaca maka kami akan membahas tentang model pembelajaran PAIKEM terbaru yaitu “Course Review Horey”.
Model pembejaran Course Review Horey merupakan model pembelajaran yang berbasis PAIKEM dengan mengutamakan konsep rekreasi dan hiburan di dalamnya. Model pembelajaran Course Review Horey  sangat tepat digunakan terutama ketika materi pelajaran yang diberikan ke siswa memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Dengan menggunakan metode Course Review Horey maka siswa akan merasa lebih mudah memahami pelajaran sekaligus dapat melakukan evaluasi pembelajaran bersama-sama.
Langkah – langkah yang perlu dilakukan oleh Guru dalam menerapkan model pembelajaran Course Review Horey antara lain :
1.       Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.       Guru mendemonstrasikan materi / menyajikan materi
3.       Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
4.       Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok
5.       Masing-masing kelompok harus memiliki yel-yel yang berbeda dengan kelompok lain
6.       Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak sesuai dengan jumlah kelompok yang ada, dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing.
7.       Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan. Kalau benar diisi tanda benar (√) dan salah diisi tanda silang (X)
8.       Siswa yang mendapat tanda (√) maka kelompok siswa tersebut bersama-sama menyanyikan yel-yel.
9.       Kelompok Siswa yang paling sering menyanyikan yel-yel berarti kelompok itulah pemenangnya.

Sumber Buku:
7 Tips Aplikasi PAIKEM, Metode dan Model-Model Mengajar, Coopertive learning Isjoni






Kamis

Situs Makam Tralaya: Sesepuh Wali Sanga..?


Bagi setiap kaum muslim pasti sudah tidak asing dengan istilah “Walisanga” yaitu merupakan kumpulan ulama yang terdiri dari 9 ulama besar yang menyebarkan agama islam di bumi Nusantara khususnya pulau Jawa. Dari sekumpulan ulama tersebut diyakini oleh beberapa kalangan bahwa Sunan Ampel merupakan pemimpin dari Walisanga. Peran Walisanga yang begitu besar dalam proses penyebaran Islam di Jawa ternyata menimbulkan pertanyaan bagi kaum sejarawan apakah Walisanga pemeluk agama islam pertama di tanah air?
Berdasarkan fakta sejarah ternyata sebelum Walisanga menyebarkan Islam di bumi Jawa, sudah banyak masyarakat Jawa yang memeluk agama Islam salah satunya yaitu bukti komplek makam Islam di Situs makam Tralaya Mojokerto. Komplek makam Tralaya diyakini keberadaannya sejak tahun 1368 masehi. Hal ini berdasarkan batu nisan pertama yang ditemukan di Trawulan yang bertarikh 1290 Saka (1368 Masehi). Tidak seperti makam islam pada umumnya, komplek makam Tralaya sangat kental dengan nuansa jawa seperti penggunaan angka tahun dengan huruf sansekerta dan batu nisan yang menyerupai Lingga & Yoni (kepercayaan Hindhu-Budha). 
Keterkaitan Walisanga dengan situs makam Tralaya diyakini para sejarawan mempunyai ikatan yang kuat. Dalam kompleks makam Tralaya terdapat makam Putri Champa yang dalam kitab Pararaton dijelaskan sebagai Bibi dari Sunan Ampel. Putri Champa merupakan selir Raja Majapahit yang berasal dari Indo Cina.
bersambung.....









Selasa

Dampak Negatif Sertivikasi Guru



Program Sertivikasi Guru dari mulai tingkat SD sampai SMA yang digalakkan mempunyai ekspektasi besar terhadap kemajuan dunia pendidikan di tanah air. Dengan iming-iming kenaikan gaji dan tunjangan Guru yang terbilang Wah, diharapkan Guru dapat lebih professional dan lebih fokus dalam proses transformasi pengetahuan kepada peserta didik sehingga nantinya dapat menghasilkan output yang berkualitas juga.
Seperti yang sudah-sudah, praktek di lapangan justru berkata sebaliknya. Para guru terkesan hanya mengejar kompensasi yang dijanjikan, namun kualitas pendidikan tidak menjadi prioritas utama. Beberapa dampak negatif dari adanya sertivikasi antara lain:
1.       Anjuran penggunaan perangkat pembelajaran seperti Model Pembelajaran PAIKEM, RPP, Media, atau alat peraga pada proses pembelajaran di kelas jarang dilakukan para Guru, seperti biasa Guru hanya menggunakan model pembelajaran yang selalu sama dari tahun ke tahun yaitu Metode Ceramah.
2.       Anjuran mengajar selama 24 jam per minggu bagi Guru-guru sertivikasi memberikan tekanan hebat kepada Guru-guru Honorer. Banyak Guru honorer yang harus banting setir menjadi tukang sampah, kuli bangunan dll hanya karena jam mengajar mereka diambil oleh Guru sertivikasi yang kekurangan “jatah” mengajar.
3.       Kualitas pendidikan terus menurun karena para Guru mempunyai rasa khawatir yang besar bila  insentifnya tidak keluar dari kekhawatiran mereka terhadap kemajuan prestasi peserta didiknya.
Artikel ini hanya merupakan sedikit kritik dan saran bagi para Guru maupun pihak terkait. Program sertivikasi mempunyai konsep jangka panjang bagi kemajuan pendidikan, di tangan para Guru lah program ini dapat terus berlanjut atau harus berhenti di tengah jalan seperti yang sudah-sudah.
 







 
Powered by Blogger