Kamis

Metode Pembelajaran Think, Pair, Share


Buat para penggemar dan pembaca setia zonainfosemua.com sebelumnya, admin mohon maaf karena hampir dua bulan tidak ada artikel terbaru dari zonainfosemua. Hal ini bukanlah karena kesengajaan melainkan karena berbagai kesibukan dari admin sehingga website ini sedikit kurang diperhatikan. nah kali ini admin menghadirkan kembali artikel yang bertemakan pendidikan yaitu Metode Pembelajaran Think, Pair and Share.

Seperti kita ketahui dewasa ini, perkembangan dunia pendidikan yang cukup pesat membuat guru harus benar-benar pandai dalam mengembangkan kualitas diri maupun kompetensi yang dimiliki. Salah satunya yaitu mengembangkan model pembelajaran yang berbasis PAIKEM. Metode Pembelajaran Think pair Share merupakan salah satu metode yang cukup aktif dan inovatif untuk dikembangkan dalam proses belajar mengajar di kelas.

Seperti halnya namanya, metode ini mempunyai 3 pedoman dasar yaitu Thinking, Pairing and Sharing. secara garis besar langkah-langkah pelaksanaan dari metode Think, Pair Share adalah :
  1. Thinking : pembelajaran ini dimulai dengan Guru mengajukan pertanyaan atau isu terkait dengan pelajaran untuk dipikirkan oleh peserta didik. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memikirkan jawabannya.
  2. Pairing : pada tahap ini Guru meminta peserta didik berpasang-pasangan. beri kesempatan pada pasangan-pasangan itu untuk berdiskusi. diharapkan diskusi ini dapat memperdalam makna dari jawaban yang telah dipikirkannya melalui intersubjektif dengan pasangannya.
  3. Sharing : dalam kegiatan ini diharapkan terjadi tanya jawab yang mendorong pada pengonstruksian pengetahuan secara integratif sehingga peserta didik dapat menemukan struktur dari pengetahuan yang dipelajarinya.
Demikian uraian singkat dari metode Think Pair Share, Semoga dapat berguna dan bermanfaat terutama bagi perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan kita. amin...

 Artikel Terkait :
Metode Example non Example, Metode Talking Stick, Metode ceramah, Model Pembelajaran.

 Sumber : Agus Suprijono, 2009, Cooperative Learning, Yogyakarta: Pustaka pelajar









Senin

Pengertian Pembelajaran Konstektual / CTL (Contekstual Teaching and Learning)


Pembelajaran Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep yang membantu Guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pembelajaran konstektual merupakan prosedur pendidikan yang bertujuan membantu peserta didik memahami makna bahan pelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sendiri dalam lingkungan sosial dan budaya masyarakat.
Istilah lain yang dikenal untuk pembelajaran konstektual yaitu Experiental Learning, real word education, dan learned center instruction. Secara garis besar asumsi pembelajaran tersebut adalah:
  1. belajar yang baik adalah jika peserta didik terlibat secara pribadi dalam pengalaman belajarnya
  2. pengetahuan harus ditemukan peserta didik sendiri agar mereka memiliki arti atau dapat membuat distingsi berbagai perilaku yang mereka pelajari
  3. peserta didik harus memiliki komitmen terhadap belajar dalam keadaan paling tinggi dan berusaha secara aktif untuk mencapainya dalam kerangka kerja tertentu
Pembelajaran Kontekstual atau CTL juga mempunyai beberapa prinsip utama dalam penerapan dan aplikasinya antara lain:
  1. Saling ketergantungan : merumuskan bahwa kehidupan ini sebagai sebuah sebuah system yang antara bagian satu dengan yang lain saling berkaitan.
  2. Diferensiasi : merujuk pada entitas-entitas yang beraneka ragam pada kehidupan sehari-hari
  3. Pengaturan Diri : prinsip ini mendorong pentingnya peserta didik mengeluarkan seluruh potensi yang dimilikinya.
Daftar rujukan:
Agus Suprijono.2009.Cooperative learning.yogyakarta:pustaka pelajar








 
Powered by Blogger