Minggu

Pengertian dan Fungsi Motivasi Bagi Peserta Didik (Lerning Motivation)


Penggunaan Metode atau Model Pembelajaran PAIKEM seperti Talking stick, Example non example dll haruslah ditunjang dengan pemberian motivasi yang tepat guna bagi peserta didik. Motivasi adalah pemberian stimulus atau rangsangan yang berupa dorongan, saran atau anjuran kepada peserta didik dengan tujuan meningkatkan semangat belajar peserta didik. Pilihan strategi Memotivasi dapat didasarkan pada berbagai perspektif. Dalam Perspektif behavioral misalnya imbalan atau hukuman eksternal merupakan kunci dalam menentukan motivasi peserta didik, sedangkan dalam perspektif humanitis cara memotivasi peserta didik lebih terasa lunak yaitu motivasi mengarahkan pada kapasitas peserta didik untuk mengembangkan kepribadian dan kebebasan untuk memilih nasib mereka. Pandangan ini sangat terkait dengan pemikiran Abraham Maslow bahwa kebutuhan dasar tertentu harus dipuaskan dahulu sebelum kebutuhan yang lebih tinggi.

Dalam perspektif kognitif pemikiran peserta didik akan memandu motivasi, sehingga motivasi internal sangat merupakan hal yang sangat penting. Perspektif ini merekomendasikan agar peserta didik diberikan lebih banyak kesempatan dan tanggung jawab untuk mengontrol hasil prestasi mereka sendiri.
Upaya Pemberian motivasi terhadap peserta didik di kelas bila mengacu pada beberapa perspektif di atas dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Luangkan waktu untuk berbicara dengan peserta didik dan beri penjelasan bahwa aktivitas pembelajaran yang mereka lakukan adalah hal yang sangat penting.
  2. Bersikaplah penuh perhatian, perhatikan perasaan peserta didik saat mereka disuruh untuk melakukan sesuatu yang tidak ingin mereka lakukan.
  3. Kelola kelas secara efektif, usahakan peserta didik bisa membuat pilihan personal. Biarkan mereka memilih topik sendiri, tugas menulis dan proyek riset sesuai dengan minat mereka.
  4. Ciptakan pusat pembelajaran, peserta didik belajar sendiri atau kolaboratif dengan peserta didik lainnya.
  5. Bentuklah kelompok minat, bagilah peserta didik kedalam kelompok-kelompok minat dan biarkan mereka mengerjakan tugas riset yang relevan dengan minat mereka.








Kamis

Pengertian dan Manfaat Metode Example non Example



Model pembelajaran PAIKEM sudah menjadi harga mati bagi peningkatan mutu pendidikan nasional,  oleh karena itu Guru semakin dituntut untuk menggunakan model pembelajaran yang dapat menarik  minat dan motivasi siswa seperti Talking stick dan metode Example non Example. Metode Example non Example adalah metode yang menggunakan media gambar dalam penyampaian materi pembelajaran yang bertujuan mendorong siswa untuk belajar berfikir kritis dengan jalan memecahkan permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam contoh-contoh gambar yang disajikan.
Metode Example non Example juga merupakan metode yang mengajarkan pada siswa untuk belajar mengerti dan menganalisis sebuah konsep. Konsep pada umumnya dipelajari melalui dua cara. Paling banyak konsep yang kita pelajari  di luar sekolah melalui pengamatan dan juga dipelajari melalui definisi konsep itu sendiri. Example and Nonexample adalah taktik yang dapat digunakan untuk mengajarkan definisi konsep.
Strategi yang diterapkan dari metode ini bertujuan untuk mempersiapkan siswa secara cepat dengan menggunakan 2 hal yang terdiri dari example dan non-example dari suatu definisi konsep yang ada, dan meminta siswa untuk mengklasifikasikan keduanya sesuai dengan konsep yang ada. Example memberikan gambaran akan sesuatu yang menjadi contoh akan suatu materi yang sedang dibahas, sedangkan non-example memberikan gambaran akan sesuatu yang bukanlah contoh dari suatu materi yang sedang dibahas.
Metode Example non Example penting dilakukan karena suatu definisi konsep adalah suatu konsep yang diketahui secara primer hanya dari segi definisinya daripada dari sifat fisiknya. Dengan memusatkan perhatian siswa terhadap example dan non-example diharapkan akan dapat mendorong siswa untuk menuju pemahaman yang lebih dalam mengenai materi yang ada.
Menurut Buehl (1996) keuntungan dari metode Example non Example antara lain:
1.      siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memper- luas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih komplek
2.      siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari Example non Example
3.      siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non example yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian example.

Tennyson dan Pork (1980 hal 59) dalam Slavin 1994 menyarankan bahwa jika guru akan menyajikan contoh dari suatu konsep maka ada tiga hal yang seharusnya diperhatikan, yaitu:
  1. Urutkan contoh dari yang gampang ke yang sulit.
  2. Pilih contoh – contoh yang berbeda satu sama lain.
  3.  Bandingkan dan bedakan contoh – contoh dan bukan contoh.








 
Powered by Blogger