Tampilkan postingan dengan label History File. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label History File. Tampilkan semua postingan

Kamis

Situs Makam Tralaya: Sesepuh Wali Sanga..?


Bagi setiap kaum muslim pasti sudah tidak asing dengan istilah “Walisanga” yaitu merupakan kumpulan ulama yang terdiri dari 9 ulama besar yang menyebarkan agama islam di bumi Nusantara khususnya pulau Jawa. Dari sekumpulan ulama tersebut diyakini oleh beberapa kalangan bahwa Sunan Ampel merupakan pemimpin dari Walisanga. Peran Walisanga yang begitu besar dalam proses penyebaran Islam di Jawa ternyata menimbulkan pertanyaan bagi kaum sejarawan apakah Walisanga pemeluk agama islam pertama di tanah air?
Berdasarkan fakta sejarah ternyata sebelum Walisanga menyebarkan Islam di bumi Jawa, sudah banyak masyarakat Jawa yang memeluk agama Islam salah satunya yaitu bukti komplek makam Islam di Situs makam Tralaya Mojokerto. Komplek makam Tralaya diyakini keberadaannya sejak tahun 1368 masehi. Hal ini berdasarkan batu nisan pertama yang ditemukan di Trawulan yang bertarikh 1290 Saka (1368 Masehi). Tidak seperti makam islam pada umumnya, komplek makam Tralaya sangat kental dengan nuansa jawa seperti penggunaan angka tahun dengan huruf sansekerta dan batu nisan yang menyerupai Lingga & Yoni (kepercayaan Hindhu-Budha). 
Keterkaitan Walisanga dengan situs makam Tralaya diyakini para sejarawan mempunyai ikatan yang kuat. Dalam kompleks makam Tralaya terdapat makam Putri Champa yang dalam kitab Pararaton dijelaskan sebagai Bibi dari Sunan Ampel. Putri Champa merupakan selir Raja Majapahit yang berasal dari Indo Cina.
bersambung.....









Budaya "Jancuk" bagi Orang Surabaya: Satu Kata Berjuta Makna.


Kata umpatan biasanya bila diucapkan pasti dapat menimbulkan sakit hati, marah, bahkan juga bisa memicu terjadinya perkelahian. Dalam budaya orang Surabaya kata umpatan yang sering terdengar dan familiar di telinga kita yaitu kata “Jancuk”. Anehnya kata “Jancuk” tersebut dalam perkembangannya tidak hanya berfungsi sebagai bentuk luapan emosi atau amarah seseorang yang sedang terbawa dalam kondisi ego yang tinggi , namun kata “Jancuk” juga dapat berfungsi sebagai kata sapaan, kata keakraban dan lain sebagainya.
Istilah “Jancuk” bagi tradisi daerah lain di Jawa Timur tergolong sebagai kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan atau biasa disebut dengan “meso”. Daerah lain di luar Surabaya menganggap kata “Jancuk” sebagai pelanggaran terhadap nilai-nilai keagamaan sehingga dapat menimbulkan pebuatan dosa.
Budaya Surabaya justru sebaliknya, menganggap kata “Jancuk” sebagai kata yang mampu menghadirkan jutaan makna. Ketika seseorang sedang bergembira kata "Jancuk" juga tetap diucapkan contoh: "Jancuk nemu duwek rek lumayan iki" arti dalam bahasa Indonesia:"Jancuk saya menemukan uang, asyik..." ketika seseorang sedang marah kata "Jancuk" justru lebih terasa mantab untuk digunakan, contohnya: "Jancuk,.!!! Raimu gateli, awas kon yo" arti dalam bahasa Indonesia:"Jancuk..!!! kamu kurang ajar ya, tunggu pembalasanku", ketika seseorang bertemu teman baiknya, kata "Jancuk" juga tetap tidak boleh ketinggalan contohnya "Jancuk, nangdi ae kon.? gak tau ketok blas rek" arti dalam bahasa Indonesia:"Jancuk, kemana saja kamu? kita jarang ketemu ya."

Dari beberapa contoh di atas dapat kita lihat bahwa kata "Jancuk" dalam budaya orang Surabaya merupakan kata yang memiliki beragam fungsi dan kegunaan. kata "jancuk" tidak hanya menjadi kata umpatan tetapi lebih dari itu kata "Jancuk" sudah menjadi suatu bentuk identitas atau bisa dikatakan sebagai bahasa pergaulan bagi orang Surabaya. 

Sejarah Indonesia: Negeri Terbaik di Mata Yang Maha Esa

Dalam perjalanan sejarah dunia, kita
mengenal beragam agama dari mulai Hindhu, Budha, Yahudi, Kristen, hingga agama
Islam. Dari sekian macam agama tidak satupun agama yang diturunkan atau berasal
dari bumi Indonesia. Mengapa agama tidak turun di Indonesia?? Ternyata dari
perjalanan sejarah bangsa kita, ada suatu hal yang menakjubkan yang menjadi “Kunci
Jawaban” dari pertanyaan ini yaitu bahwa bangsa kita sejak Zaman Pra-Aksara
merupakan bangsa yang Beradab, berbudaya dan berperikemanusiaan.
Agama hanya diturunkan kepada kaum,
golongan, bangsa atau Negara yang rusak, tidak beradab, atau tidak memiliki
nilai-nilai kemanusiaan. Sebagai contoh agama Islam diturunkan pada kaum Baduwi
di Arab Saudi yang disebarkan oleh Nabi Muhammad SAW. kaum Baduwi merupakan
kaum dengan latar belakang budaya yang dapat dikatakan menyimpang, wanita tidak
dihormati sebagai mestinya, judi dan minuman keras menjadi suatu tradisi,
melahirkan bayi wanita merupakan aib dan harus dibunuh, oleh karena itu Islam diturunkan
ditengah masyarakat Baduwi agar dapat merubah kehidupan kaum Baduwi ke jalan
yang diridhoi Tuhan YME.
Jauh sebelum Islam diturunkan, di Indonesia
berkembang suatu kepercayaan Animisme dan Dinamisme. Melihat kondisi demikian
seharusnya negeri kita juga merupakan bangsa yang tergolong “rusak”, namun
anehnya mengapa negeri kita tidak dipilih oleh Tuhan sebagai negeri lahirnya
Agama? Ternyata meskipun bangsa kita memiliki kepercayaan Animisme dan Dinamisme
namun kehidupan bangsa kita tergolong sebagai bangsa yang beradab. Bangsa kita
memiliki beberapa nilai-nilai kehidupan yang arif dan bijak seperti pentingnya
penghormatan kepada orang tua, ajaran Mo Limo/larangan melakukan 5 keburukan
yaitu Maen:Judi, Madon:Zina, Mendhem:Mabuk-mabukan, Maling:Mencuri,
Madhat:durhaka kepada orang tua serta toleransi dan rasa kekeluargaan yang
harus terus dilestarikan.
Dari sedikit gambaran di atas, mari kita
renungkan apa yang terjadi di negeri kita saat ini. Apakah kita tidak malu
kepada para nenek moyang kita..??? mereka yang dikatakan primitive dan belum
mengenal tulisan ternyata jauh lebih baik dari pada kita yang katanya
berperadaban modern. Bahkan sesama agama pun kita saling serang, sungguh
memalukan sebagai suatu bangsa yang Pancasilais. Marilah kita jaga  Bhinneka Tunggal Ika kita, jangan sampai ada
suatu orang atau bahkan golongan yang hendak merubahnya bahkan oleh ideology agama
sekalipun karena hanya itulah warisan terakhir dari nenek moyang kita.   

Senin

China & Peradaban Modern

KONFUSIUS atau disebut Kong Zi kembali menjadi ikon bagi bangsa dan rakyat China di tengah perseteruan global antara China dan negara-negara Barat. Setelah kemakmuran dan keadidayaan ekonomi dan perdagangan, para penguasa komunisme di Beijing memerlukan image yang mampu menunjukkan peradabannya menggunakan Konfusianisme sebagai dasar.

Perseteruan selama tiga tahun terakhir mulai dari persoalan ekonomi dan perdagangan seperti nilai tukar mata uang yuan, persaingan ekspor, maupun persoalan politik dan militer menyangkut Semenanjung Korea serta desakan negara Barat untuk menjadikan China sebagai negara yang bertanggung jawab dalam kemajuan modernisasinya.

Penobatan Liu Xiaobo (55) sebagai peraih Hadiah Nobel Perdamaian awal Desember 2010 menyebabkan terjadinya keberangan dan kenistaan bagi China yang menahan Liu atas tuduhan subversi karena menyuarakan kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia.

Boikot China atas Hadiah Nobel Perdamaian disamakan dengan Uni Soviet lama ketika Moskwa bereaksi atas hadiah yang diberikan kepada Andrei Sakharov tahun 1975. Bahkan, juga disamakan dengan sikap Adolf Hitler ketika Nazi Jerman melarang Carl von Ossietzky yang ditahan karena pandangan pasifisnya pada tahun 1936. Penguasa di Beijing tidak memberikan tanggapan (karena takut dituduh bersikap sama dengan kebangkitan Nazi Jerman), ketika Kongzi Heping Jiang (Hadiah Perdamaian Konfusius) untuk pertama kalinya diberikan kepada mantan Wapres Taiwan Lien Chan yang pernah menjabat Ketua Kuomintang (Partai Nasionalis China).

Ikon kebangsaan Ada upaya untuk mengangkat Konfusius kembali sebagai ikon utama kebangsaan China dalam sukses modernisasi dan keterbukaan yang dijalankan China selama lebih dari tiga dekade. Perdebatan peradaban antara kemajuan China dan nilai universal Barat tentang manusia dan kemanusiaan memang menjadi polemik yang tidak kunjung selesai.

Dalam konteks kemajuan dan pembangunan, misalnya, muncul pertanyaan berkaitan upaya yang dicapai RRC mengangkat ratusan juta warganya dari kemiskinan. Dibutuhkan waktu sekitar 18 tahun bagi China untuk mencapai cadangan devisa sekitar satu triliun dollar AS, tapi hanya waktu yang relatif singkat memperoleh devisa satu triliun dollar AS berikutnya.

Ada banyak pengamat percaya Kofusianisme menjadi pendorong etos kerja China, mengingat gagasan tentang komunitas seperti dalam ajaran Konghucu, ketika diterapkan dalam ekonomi menjadi jalan bagi pertumbuhan dan kesejahteraan dengan menempatkan komunitas di atas hak-hak individu.

Kunci peradaban Kita teringat ketika sosiolog Jerman, Max Weber, dalam esainya Die protestantische Ethik und der Geist des Kapitalismus (Etik Protestan dan Semangat Kapitalisme) ditulis tahun 1930 yang mencatat adanya beberapa sekte Protestan (terutama Calvinis) telah mendorong tumbuhnya kapitalisme Jerman. Dalam ajaran Calvin tentang takdir dan nasib di hari nanti, terbentuk doktrin yang mendorong motivasi sikap hidup duniawi.

China modern yang kita lihat memang menjalankan sepenuhnya semangat kapitalistik dan dipacu penuh untuk menjadikan China sebagai sebuah kekuatan ekonomi, perdagangan, maupun politik baru. Apakah keberhasilan China ini memang didorong oleh etos Konfusianisme yang dijadikan acuan para penguasa China selama berabad-abad, menjadi berbeda dengan etika Protestanisme di Jerman.

Weber sendiri melihat, ”… Konfusianisme menjadi penyebab utama yang bertanggung jawab atas keterbelakangan ekonomi China.” Ini mungkin pandangan awal abad ke-20 ketika daratan China terkungkung dalam jerat imperialisme dan kebangkitan nasionalisme. Konfusianisme dalam kekuasaan komunisme menjadi nilai yang mendorong pengetahuan dan pembelajaran, termasuk kunci peradaban tentang konsep harmoni maupun China sebagai Negara Tengah.


sumber: kompas.com

Selasa

10 Wanita Biasa Yang Menjadi Pewaris Tahta Kerajaan


Sebagai wanita yang berasal dari kalangan biasa, Kate Middleton mungkin tak pernah membayangkan akan menjadi penghuni kerajaan. Namun, ketika calon Raja Inggris, Pangeran William meminangnya 16 November lalu, kehidupan Kate langsung berubah 180 derajat.

Kate yang tumbuh di keluarga kelas menengah, dan putri dari seorang pramugrari British Airways, tak pernah menyangka menjadi calon menantu kerajaan Inggris. Dan, ketika hubungan diresmikan, Kate akan menjadi salah satu pewaris Kerajaan Inggris.

Menjadi wanita yang dianggap beruntung ini tak hanya dialami Kate. Sejumlah wanita dari kalangan biasa dipersunting keluarga raja dan menjadi bagian dari anggota kerajaan, seperti dikutip dari laman people.com. Siapa saja mereka?

Rania Al Yassin
Wanita asal Yordania ini kini dianggap sebagai salah satu wanita yang paling kuat di dunia. Sebelum menikah dengan Pangeran Abdullah II pada 10 Juni 1993, Ratu Rania hanyalah seorang wanita karier biasa yang bekerja di sebuah bank.

Rania sempat berpacaran dengan Pangeran Abdullah selama lima bulan sebelum menikah dan dinobatkan sebagai ratu. Kini, ibu dari empat anak ini tak hanya memiliki peran sebagai Ratu, tapi juga sebagai duta global untuk pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Grace Kelly
Sebagai aktris yang sempat merajai film-film Hollywood era 50an, sekaligus pemenang Academy Award ini, 'kembang' dari Philadelphia menjadi pesohor dunia pada usia 26 tahun. Hidupnya berubah ketika ia menikah dengan Pangeran Rainier dari Monaco.

Pernikahan mewah mereka yang digelar pada 19 April 1956 seperti dalam dongeng. Dihadiri 600  tamu yang terdiri dari pejabat asing dan para bintang Hollywood membuat pernikahannya dijuluki 'The Wedding of the Century' oleh pers.

Mette-Marit Tjessem Hoiby
Pernikahannya dengan Putra Mahkota Haakon Magnus sempat ditentang oleh masyarakat Norwegia. Status ibu tunggal yang dimilikinya membuat banyak pihak tidak menyetujui Mette-Marit menjadi bagian keluarga Kerajaan Norwegia.

Namun, sang putra mahkota jatuh cinta pada pandangan pertama saat bertemu dengan Mette-Mart di sebuah konser rock Quart Festival di musim panas 1996 di Norwegia.

Sebelum menikah pada 25 Agustus 2001, Mette-Marit mengaku mengalami fase kehidupan layaknya wanita kalangan biasa. Sebagai mahasiswa paruh waktu, ia membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk menyelesaikan pendidikan SMA-nya sebelum mengambil kursus persiapan masuk universitas di Agder. Dia bahkan sempat menjadi pramusaji selama setahun di Cafe Engebret, di Oslo sebelum bertemu putra mahkota.

Masako Owada
Wanita ini rela melepaskan karier menjanjikan di Kementerian Luar Negeri Jepang untuk menikah dengan Putra Mahkota Naruhito pada 9 Juni 1993. Sejak pernikahan mereka, Putri Mahkota telah melahirkan seorang putri, Putri Aiko, namun tetap menjadi sorotan publik karena tertekan tak bisa menghasilkan ahli waris anak laki-laki.

Sarah Ferguson
Perjalanan cinta Sarah Ferguson, wanita dari kalangan biasa anak dari seorang wartawan, dengan Pangeran Andrew dimulai ketika mereka menikah pada 23 Juli 1986. Sarah pun langsung menyandang gelar bangsawan, Duchess of York.

Sayangnya, perkawinan pasangan ini kandas di tengah jalan, dan hanya berumur 10 tahun. Mereka bercerai pada 1996 setelah empat tahun berpisah. Mereka memiliki dua anak perempuan dan hubungan mereka dilaporkan tetap bersahabat setelah bercerai.
Lalla Salma
Sebagai wanita pertama yang diakui publik berhasil menaklukkan hati raja di negara Afrika, Permaisuri Putri Raja Mohammed VI telah membantu mengantar era baru bagi perempuan Muslim di abad ke-21. Wanita yang memiliki keindahan rambut warna merah ini juga memiliki sifat low profile yang disukai banyak orang di berbagai dunia. Bahkan keberhasilannya melawan kanker membuat dirinya semangat mendirikan asosiasi pencegahan kanker pertama di negaranya.

Letizia Ortiz Rocasolano
Sebelum menikah dengan Pangeran Felipe dari Spanyol 22 Mei 2004, Putri Letizia adalah seorang wartawan yang pernah menjalankan tugas membuat resume di Spanyol edisi Bloomberg, CNN dan sebagai anchor di TV Espanola. Tanpa disangka, ia pun menjadi Ratu Spanyol pertama yang bukan berasal dari keluarga ningrat.

Lisa Halaby
Sebagai istri keempat Raja Hussein dari Yordania dan seorang Muslim yang bukan keturunan Arab, Halaby sering dipandang sebagai orang luar. Dia dibesarkan dan dididik di AS, lulus dari Universitas Princeton pada 1974. Seorang arsitek yang bertemu Raja Hussein saat bekerja di Yordania pada pengembangan Aman Intercontinental Airport. Mereka menikah pada tanggal 15 Juni 1978. Halaby masuk Islam dan, sebelum pernikahan itu terjadi, berubah nama pertama kalinya dari Lisa ke Noor.

Namun, penilaian publik berubah, dan justru makin mencintai Halaby setelah melihat wanita ini dengan setia merawat dan menemani Raja Hussein yang sakit parah. Hingga akhirnya sang raja meninggal pada 7 Februari 1999. Kini ia menjadi penasihat senior bagi wanita Arab melalui berbagai ceramah.

Maxima Zorreguita
Pada 1999 Maxima Zorreguieta bertemu dengan pria yang kini menjadi suaminya, Putra Mahkota Willem-Alexander dari Belanda, di sebuah pesta di Seville, Spanyol. Wanita berambut pirang asal Argentina ini telah mendengar seorang pangeran akan berada di pesta, tapi dia tidak tahu siapa nama pangeran tersebut. Hingga keduanya bertemu dan jatuh cinta dan akhirnya menikah pada 2 Februari 2002.

Mabel Wisse Smit
Seperti Raja Edward VIII dari Inggris, adik Willem-Alexander, Pangeran Johan Friso juga menyerahkan tahta di baris kedua untuk menikahi Smit, dari kalangan biasa, pada 2004. Tindakan nekatnya dipicu oleh penolakan pemerintah Belanda untuk memberikan persetujuan kepada serikat setelah Smit memberikan informasi palsu yang menghubungkan dia dengan pengedar narkoba. Tujuh tahun kemudian, skandal itu terbongkar ketika pasangan kerajaan mengaku mengubah entri Wikipedia tentang Putri Smit untuk menghapus skandal itu.
 sumber: vivanew.com








Minggu

Fobia Aneh 10 Tokoh Dunia


Fobia bisa menyergap siapa saja. Ketakutan berlebihan yang bersifat tak rasional ini memiliki kadar beragam. Mulai dari yang tidak terlalu serius seperti takut melihat laba-laba (arachnofobia) hingga yang perlu pengobatan seperti takut bertemu orang (sociophobia).

Gangguan psikologis ini bahkan dialami sejumlah selebriti dan tokoh sejarah dunia. Berikut 10 tokoh yang mempunyai fobia aneh di antaranya:

1. Oprah Winfrey
Takut permen karet
Oprah memiliki fobia besar pada permen karet. Ini bermula pada usia dini, ketika neneknya mengumpulkan permen karet dan menyimpannya lemari. Oprah begitu muak dengan hal itu dan menyebabkan dia menjadi takut permen karet selama sisa hidupnya. Suatu kali, katanya, ia melemparkan piring karena ada permen karet di atasnya.

2. Woody Allen
Panophobia (takut banyak hal)
Woody Allen, termasuk orang yang mengalami fobia ektrim. Aktor dan penulis skenario berusia 74 tahun ini memiliki fobia yang cukup banyak. Ia takut ketinggian, ruang tertutup, serangga, dan kekhawatiran melebihi orang normal. Ia juga takut warna-warna cerah, binatang, lift dan selai kacang yang menempel di langit-langit mulutnya.

Selain fobia yang tak terhitung jumlahnya, ia juga mengaku memiliki kebutuhan yang sangat neurotik. Di antaranya membutuhkan saluran air mandi yang ditempatkan di sudut, serta meminta pisang dipotong tujuh, sebelum dimasukkan ke dalam sereal setiap pagi.

3. Richard Nixon
Nosocomephobia (takut rumah sakit)
Presiden Amerika Serikat ke-34, yang terkenal dengan skandal Watergate ini, tersugesti bahwa setelah masuk ke rumah sakit, tidak akan pernah keluar dalam keadaan hidup. Pada 1974, ia menderita pembekuan darah dan menolak dibawa ke rumah sakit. Namun, ketika diberitahu bahwa jika ia tidak pergi, ia akan mati, Nixon pun menurut. Ketakutan ini cukup umum terjadi, banyak yang takut pada rumah sakit untuk alasan serupa.

4.
Natalie Wood
Hydrophobia (takut air)
Aktris yang dikenal untuk dalam film Miracle on 34th Street dan West Side Story ini takut dengan air, khususnya berada di dalam air. Meskipun tidak diketahui kapan mulanya, kabar yang beredar menyebut fobia itu terjadi sejak sang ibu menipunya untuk berdiri di atas sebuah jembatan untuk adegan sebuah film. Jembatan sengaja dibuat rapuh agar Natalie terjatuh ke dalam air. Ironisnya, ia meninggal karena tenggelam suatu malam setelah jatuh dari kapal pesiar.

5. Sigmund Freud
Takut senjata dan pakis
Sigmund Freud, seorang neurolog psikoanalis yang mendirikan sekolah psikiatri dan menciptakan banyak perubahan pada teori psikolgi dunia, takut dengan senjata dan pakis. Ia sering mengatakan bahwa ketakutan dengan senjata adalah tanda keterbelakangan seksual dan kematangan emosional. Juga, adalah umum bagi orang untuk takut senjata. Sedangkan takut pada tumbuhan pakis adalah hal yang sangat tidak umum. Sulit untuk tahu mengapa hal itu bisa terjadi.

6. George Washington
Taphephobia (takut dikubur hidup-hidup)
Presiden pertama Amerika Serikat ini memang terlihat gagah berani. Ia memimpin pasukan dan mempertaruhkan hidupnya untuk orang lain. Dia memiliki ketakutan yang sangat serius pada penguburan prematur.

Ketakutan ini tertulis jelas di ranjang kematiannya, 1799. Ia membuat pernyataan resmi bahwa tubuhnya baru boleh dikubur dua hari setelah kematiannya. Ia khawatir tubuhnya masih hidup saat dikubur. Taphephobia adalah fobia yang cukup umum dialami masyarakat Amerika abad ke-16 dan 17.

7. Alfred Hitchcock
Ovophobia (takut telur)
Alfred Hitchcock, seorang sutradara dan produser yang memproduksi film-film horor ternyata memiliki ketakutan ekstrim dengan telur. Dia mengatakan bahwa telur menjijikkan dan belum pernah mencicipi telur sepanjang hidupnya. Ia pun menolak untuk berada di dekat telur. Menurutnya tidak ada yang lebih menjijikkan daripada melihat sesuatu yang bundar, putih tanpa lubang, dan berisi cairan kuning.

8. Billy Bob Thornton
Takut pada banyak hal
Mantan suami Angelina Jolie yang berprofesi sebagai aktor, sutradara, musisi dan penulis ini juga memiliki banyak ketakutan. Sebagai permulaan, ia menderita chromophobia, atau takut warna cerah. Masih ada lagi, dia takut mebel antik. Setiap furnitur yang dibuat sebelum tahun 1950 benar-benar membuatnya ketakutan. Sebuah restoran penuh mebel antik membuatnya tidak bisa makan, minum, bahkan bernapas. Terakhir, ia juga takut badut atau coulrophobia.

9. Nikola Tesla
Takut perhiasan dan batu mulia
Nikola Tesla, adalah penemu elektromagnetisme dan listrik. Nama belakangnya juga dijadikan satuan listrik. Ia adalah seorang germaphobe yang menghindari sentuhan orang dan hal lain yang mengandung kuman. Tesla diketahui sangat sering mencuci tangan. Ia juga sangat takut pada perhiasan, terutama anting-anting yang mengandung mutiara. Ia juga memiliki keanehan dengan menyukai angka tiga atau kelipatan tiga. Sebagai contoh, ia bersikeras menginap di kamar hotel yang nomornya bisa dibagi tiga.

10. Napoleon Bonaparte
Ailurophobia (takut kucing)
Tidak jelas mengapa ia bisa takut dengan kucing. Setiap melihat kucing termasuk anak kucing yang lucu ia pasti panik. Bukan hanya Napoleon saja yang takut kucing, Adolf Hitler, Benito Mussolini dan Julius Caesar juga takut dengan binatang lucu berbulu itu.
sumber: vivanews.com








Selasa

Korupsi..!!! Warisan Tradisional Sejak Masa VOC


Kasus Gayus dan beberapa tindakan Korupsi di tanah air merupakan suatu permasalahan yang seolah tidak ada pernah habisnya. Korupsi yang berkembang semakin subur dewasa ini, pada dasarnya juga tidak dapat dilepaskan dari peristiwa Sejarah Bangsa Indonesia di masa lalu. Bagi mayoritas masyarakat Indonesia, pasti beranggapan bahwa penyakit Korupsi yang mengakar kuat sebagai bentuk budaya baru bangsa Indonesia merupaka warisan Rezim Orde Baru yang pernah berkuasa selama lebih kurang 3 dasawarsa.

Anggapan tersebut memang tidak ada salahnya, namun bila melihat perjalanan sejarah bangsa Indonesia sebenarnya budaya korupsi dimunculkan pertama kali oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau Perusahaan Hindia Timur Belanda) yang kemudian dikenal dengan sebutan VOC. Perdagangan Rempah-rempah di Nusantara yang berhasil dimonopoli VOC membuat keuangan perusahaan dagang Belanda tersebut meningkat pesat, namun seiring dengan berjalannya waktu karena gaji pegawai VOC baik Pegawai Asli Belanda maupun Pegawai Pribumi yang kecil sehingga membuat beberapa pegawai VOC tersebut memberanikan diri untuk melakukan manipulasi keuangan sehingga dari sinilah awal mula munculnya budaya  korupsi di tanah air.

Keberhasilan beberapa pegawai tersebut akhirnya memicu tindakan yang sama dari pegawai yang lain, budaya korupsi yang sudah menjalar dengan kuat di tubuh VOC akhirnya membuat VOC resmi dinyatakan bangkrut pada 17 Maret 1798. melihat contoh nyata VOC ini marilah kita bersama-sama membunuh budaya Korupsi higga ke akar-akarnya sebelum negeri Indonesia tercinta ini bangkrut seperti VOC.










Sabtu

Sejarah Letusan-letusan Dahsyat gunung Merapi


Gunung Merapi merupakan gunung berapi yang dapat dikatakan paling muda yang terletak di selatan Jawa. Merapi terletak pada zon kelinciran, di mana Plat Indo-Australian menggelincir ke bawah Plat Eurasian. Gunung Merapi merupakan salah satu dari 129 gunung berapi aktif di Indonesia. Analisis stratigrafi menunjukkan bahwa letusan di kawasan Merapi dimulai lebih kurang 400,000 hingga 10,000 tahun SM, letusan lazimnya berlebih-lebihan, lava yang dikeluarkan adalah dari lava jenis basalt. Sejak saat itu, letusan menjadi lebih kuat letupannya, dengan lava andesitnya yang likat biasanya menjanakan kubah lava. Kubah runtuh biasanya menjana aliran piroklas dan letupan yang lebih besar, yang menghasilkan turus letupan sehingga menyebabkan turus tadi runtuh.

Gunung Merapi dapat dikatakan gunung yang paling sering Meletus, biasanya letusan kecil terjadi setiap dua atau tiga tahun, dan yang lebih besar akan terjadi setiap 10-15 tahun sekali atau lebih. Lembaran Sejarah mencatat letusan dahsyat Gunung Merapi pernah terjadi dan menyebabkan banyak kematian, letusan-letusan tersebut terjadi pada kurun waktu 1006, 1786, 1822, 1872 dan 1930, 1992, 1994, 2002 dan 2006. Diantara kurun waktu letusan tersebut yang paling parah terjadi adalah pada tahun 1006 dan 1872.

Kedahsyatan letusan pada tahun 1006 sampai membuat Kerajaan Mataram Hindhu di Jawa Tengah luluh lantak dan tak berbekas karena seluruh wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta tertimbun semburan Abu vulkanik Merapi yang panas, dari sinilah akhirnya Mpu Sendok yang merupakan pejabat yang masih tersisa dari Kerajaan Mataram Hindhu yang berkedudukan di Kediri memindahkan pusat kerajaan ke Jawa Timur. Letusan tahun 1872 pun tidak kalah hebatnya, akibat yang ditimbulkan dari letusan Merapi pada waktu itu membuat pemerintah Hindia-Belanda kewalahan mengatasi korban bencana alam hingga harus menguras kas Negara pemerintah lebih dari separoh dari total keseluruhan.

Meskipun merapi selalu memberikan ancaman terhadap daerah-daerah disekitarnya, Gunung Merapi tetap bersinergi dengan kepentingan tertentu orang-orang Jawa: Merapi menjadi salah satu dari empat tempat suci pelaksanaan upacara tahunan baik dari keraton Yogyakarta maupun keraton Solo







Sejarah Politik Bangsa Indonesia penuh Darah dan Korban Nyawa.


Mengkaji sejarah bangsa Indonesia sama halnya dengan menyelami luasnya samudera Indonesia yang dalam dan penuh misteri. Dari sejak jaman Pra-aksara hingga Reformasi sejarah Indonesia tidak akan pernah habis untuk dikupas. Diantara berbagai bidang sejarah yang ada, sejarah Politik bangsa Indonesia menjadi lahan yang paling banyak dikaji para sejarawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Perkembangan dimensi politik di nusantara seperti tidak pernah ada matinya. Dimulai dari jaman kerajaan Kutai hingga periode Reformasi semuanya mempunyai dimensi politik yang saling berkaitan satu sama lain. Secara garis besar sejarah politik bangsa Indonesia tidak pernah dapat dilepaskan dari darah dan korban nyawa. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana proses pergantian pemimpin baik pada masa kerajaan hindhu-budha maupun Islam hingga era Reformasi semuanya pasti dimulai dari suatu peristiwa berdarah yang menelan korban ribuan nyawa.

Berbagai contoh peristiwa berdarah di atas antara lain : Perebutan kekuasaan antara Syailendra dan Sanjaya di kerajaan Mataram Kuno, kudeta Ken Arok terhadap Tunggul Ametung sehingga dari sinilah muncul dinasti Rajasa pendiri kerajaan Singosari, kudeta Raden Wijaya terhadap Jaya Katwang yang kemudian memunculkan Majapahit, serangan Raden Patah terhadap Bre kertabumi (Majapahit) yang memunculkan kerajaan Demak, tragedi seputar Gerakan G30S yang melengserkan Soekarno dan Menasbihkan Soeharto sebagai Presiden ke-2 RI hingga Demonstrasi berdarah tahun 1998 yang akhirnya mampu menggulingkan rezim Soeharto diganti dengan orde reformasi.

Semua peristiwa sejarah tersebut di atas merupakan sebuah siklus sejarah politik bangsa yang mau tidak mau harus kita akui bahwa bangsa ini selalu mengorbankan darah dan nyawa putra-putri bangsa sendiri hanya demi secuil kekuasaan. Sebagai bangsa yang besar kita sudah seharusnya sadar, korban nyawa dan darah demi mengusir penjajah memang sebuah keharusan. Namun bila korban darah dan nyawa putra-putri bangsa hanya demi suatu kekuasaan golongan tertentu jangan sampai terjadi lagi, sudah saatnya kita menghilangkan egoisitas individu, golongan, ras, suku maupun agama demi memajukan bangsa Indonesia yang "Bhinneka Tunggal Ika tan Hana Dharma Mangrwa".







Minggu

Cultuur Stelsel (Tanam Paksa) bukti Bangsa Indonesia Dijajah Oleh Bangsanya Sendiri

Perdebatan tentang berapa lama Belanda menjajah Indonesia yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan kaum sejarawan Indonesia sepertinya tidak usah diperpanjang lagi, karena ternyata bangsa Indonesia selama ini bukanlah dijajah Belanda melainkan dijajah oleh bangsanya sendiri.


Anggapan tersebut di atas diperkuat berbagai fakta terutama tentang system pelaksanaan Cultuur Stelsel (Tanam Paksa) pada periode 1830-1870. Dalam praktek penerapan system Cultuur Stelsel sangat jelas terlihat bagaimana ulah para Priyayi atau Penguasa Lokal terutama yang berkedudukan di Jawa dengan tega dan tanpa belas kasihan sedikitpun memeras habis rakyatnya.

Peraturan yang diterapkan dalam System Cultuur Stelsel berdasarkan instruksi gubernur jendral Hindia Belanda Van den Bosch sangatlah menguntungkan bagi rakyat jelata, yaitu:
  1. Petani diwajibkan menanam tanaman wajib yang di anjurkan Belanda(tebu, kopi) di lahan yang kurang 
  2. produktif dengan luas 20% dari total lahan yang dimiliki petani.
  3. Semua kebutuhan kegiatan Cultur Stelsel (benih, pupuk dll) berasal dari pemerintah hindia belanda
  4. Bila petani gagal panen, maka pemerintah hindia belanda akan mengganti biaya produksi petani.
  5. Harga hasil pertanian ditentukan oleh pemerintah hindia belanda dengan standar harga pasaran eropa. 
Regulasi yang tertata rapi dan menguntungkan tersebut ternyata berbalik 180®. Karena dengan adanya janji dari pemerintah hindia-belanda yang akan memberikan bonus kepada para priyayi atau elit penguasa lokal bila berhasil menenerapkan system Cultuur Stelsel ini, maka para Priyayi tersebut merubah 4 Point Regulasi di atas sesuai dengan keinginannya sendiri. Misalnya dari 20% lahan menjadi 50% bahkan seluruh lahan yang dipunyai petani digunakan untuk Cultuur stelsel, bila petani gagal panen harus bayar ganti rugi kepada para priyayi, harga jual tanaman wajib dibeli para priyayi dengan harga serendah mungkin dll.

Dari sinilah kita mendapat suatu pelajaran baru, bahwa para Pemimpin kita terdahulu rela mengorbankan rakyatnya demi kepuasan pribadi. oleh karena itu tidak heran bila sekarang banyak pemimpin kita baik ditingkat daerah hingga pusat yang masih berjiwa pengecut macam itu, karena mungkin mereka belajar banyak dari kekejaman dan kelicikan para Priyayi tersebut di atas.







Sabtu

Desain Tata Kota Jakarta ala Amsterdam anti Tenggelam warisan Kolonial Belanda.

Fenomena akhir-akhir ini yang sering terdengar di media massa, cetak maupun Elektronik salah satunya adalah isu tentang Tenggelamnya kota Jakarta yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2030. melihat kondisi Jakarta yang sekarang rawan banjir, dengan diperkuat data statistik dari Badan Geologi Nasional maupun Internasional memang cukup menguatkan anggapan itu. hal ini sangat ironis mengingat Jakarta pada masa penjajahan Belanda merupakan Kota terbersih, terindah dan merupakan salah satu daerah tujuan wisata internasional pada masa itu.
lalu mengapa Jakarta sekarang menjadi kota yang tidak lagi nyaman untuk ditinggali??? bagaimanakah tata kota Jakarta Tempo Doeloe??
ya sudah seharusnya kita banyak belajar bagaimana cara menata negeri ini dari negara penjajah yang sempat kita anggap merusak negeri ini tapi justru mewariskan sejuta ilmu yang tidak pernah kita ketahui karena dendam yang terlalu dalam terhadap negeri penjajah itu.
Pada masa kolonial Belanda, sebenarnya Jakarta merupakan daerah rawa dan permukaan tanahnya hampir sama dengan ketinggian permukaan lautan, namun Belanda tetap saja membangun Jakarta sebagai ibukota Hindia Belanda (Netherland Indisch) yang kemudian disebut dengan Batavia karena memang posisi Jakarta yang strategis baik sebagai kota dagang maupun pusat pemerintahan.
Melihat kondisi yang demikian, dirubahlah Jakarta menjadi sebuah kota megah namun tetap menyeimbangkan ekosistem alam. dalam Staatsblad (Buku tahuanan Hindia Belanda) menyebutkan peraturan tentang Tata kota Jakarta yang berisi :
1. Bahwa Sungai-sungai di Jakarta harus difungsikan dengan baik (menjaga daerah hulu-hilir) dan sebagai jalur transportasi utama.
2. Transportasi darat hanya dikembangkan melalui kereta api dan jumlah kendaraan pribadi (mobil dan motor) dibatasi.
3. Di sepanjang pesisir pantai Jakarta ditanami tumbuhan Bakau (melalui kerja rodi/paksa) untuk menahan gerusan air laut terhadap daratan.
4. Bangunan gedung-gedung megah dibatasi jumlahnya dan hanya boleh di dirikan di pusat kota, sementara daerah-daerah lain disekitar jakarta harus tetap berfungsi sebagai daerah penyeimbang.
seandainya peraturan tersebut diterapkan sekarang pasti Jakarta tidak akan pernah banjir, macet bahkan tenggelam sekalipun. (fnsh).

Rabu

Alasan Soekarno Membentuk Poros Jakarta-Peking (Beijing) pada tahun 1964

Banyaknya kontroversi tentang seputar peristiwa G30S/PKI masih menjadi sebuah perdebatan yang panjang terutama menguak siapa orang yang paling bertanggung jawab terhadap peristiwa tersebut. salah satu pihak yang dituduh yaitu Soekarno presiden RI pertama, alasan mengapa Soekarno menjadi salah satu orang yang dianggap bertanggung jawab adalah karena program kerjasama yang dibentuk Soekarno pada masa itu yaitu Poros Jakarta - Peking.
pada dasarnya Soekarno membentuk kerjasama tersebut dilandasi beberapa faktor, bukan merupakan hasutan dari petinggi PKI melainkan semuanya itu dilaksanakan atas dasar membawa negara Indonesia menjadi negara yang besar, mandiri dan dihormati oleh bangsa-bangsa lainnya. faktor-faktor yang menjadi penyebab mengapa poros Jakarta-Peking dilaksanakan antara lain:
1. Konfrontasi dengan Malaysia membuat Indonesia membutuhkan bantuan militer maupun logistik mengingat Malaysia didukung penuh oleh Inggris sehingga Indonesia pun harus mencari negara besar yang bisa mendukung Indonesia dan juga bukan sekutu dari Inggris salah satu negara yang dimaksud adalah China
2. Posisi negara Indonesia sebagai negara yang baru merdeka membuat Indonesia membutuhkan banyak bantuan modal asing, namun bila menggantungkan diri pada negara besar seperti USA dan Inggris akan membuat Indonesia semakin sulit karena besrnya bunga dan persyaratan yang memberatkan sehingga Indonesia perlu mencari negara donor yang mampu memberikan bantuan dengan persyaratan yang mudah yaitu China dan Uni Soviet
3. Ketidak adilan PBB terhadap negara-negara yang baru merdeka seperti Indonesia membuat Indonesia membutuhkan bantuan suara di PBB, sehinggga kerjasama dengan China dan Uni Soviet yang merupakan Dewan Keamanan PBB akan membuat suara Indonesia didengar oleh PBB.

Selasa

inilah Foto-foto peristiwa Ganyang malaysia tahun 1964

Sangat sedikit dokumen atau foto tentang bukti perang antara RI dengan Malaysia atau yang biasanya disebut Ganyang malaysia. berikut beberapa foto yang bisa kami tampilkan dari peristiwa Ganyang Malaysia pada Masa kepemimpinan Bung Karno :



Senin

Surat Keputusan "Ganyang Malaysia" dari Bung Karno

ketegasan dari suatu Pemimpin negara terkadang sangatlah dibutuhkan dalam menyelesaikan berbagai konflik yang ada. Dalam masalah yang berkembang akhir-akhir ini terutama ketegangan antara Indonesia dan Malaysia alangkah baiknya bila kita melihat bagaimana sikap Soekarno pada tahun 1964 yang juga menghadapi konflik dengan Malaysia bahkan sudah berkonfrontasi dengan Malaysia.dan berikut adalah surat keputusan dari Presiden RI pertama tentang perintah "Ganyang Malaysia"

Malaysia Kawan atau Lawan (suatu kajian Sejarah)

Hubungan Indonesia dan Malaysia yang beberapa tahun akhir-akhir ini kian memanas semakin lama semakin menghawatirkan. tidak hanya permasalahan batas wilayah teritorial tetapi sudah mengakar pada permasalahan yang bersifat ekonomi, sosial maupun budaya.
Permasalahan dari mulai TKI, Hak paten hasil-hasil budaya bangsa, sampai konflik wilayah perbatasan terus muncul ke permukaan. yang menjadi pertanyaan apakah faktor yang menyebabkan ketidak harmonisan hubungan antara Indonesia dan Malaysia? Untuk memecahkan dan menyelesaikan permasalahan yang ada, alangkah baiknya bila kita flashback melihat hubungan antara Indonesia dan Malaysia di masa lalu.
Kekuasaan kerajaan Majapahit yang membentang luas melebihi luas wilayah Indonesia saat ini bahkan sampai mencakup wilayah Madagaskar, membuat negara-negara di wilayah Asia Tenggara seperti Filipina, Singapura, dan juga Malaysia pada masa itu merupakan saudara serumpun bagi bangsa Indonesia. Namun permasalahan mulai timbul ketika negara Indonesia dan Malaysia sama-sama memproklamirkan kemerdekaan masing-masing.
Indonesia yang berhasil meraih kemerdekaan dengan darah dan nyawa mengaggap Malaysia merupakan ancaman bagi Indonesia karena kemerdekaan Malaysia berasal dari pemberian (Mandat) dari Inggris sehingga dengan demikian Malaysia merupakan sekutu dari Inggris dan Amerika serikat.
Perjuangan Indonesia yang pada waktu itu ingin membebaskan wilayah Kaliamantan secara utuh akhirnya kandas akibat ulah Malaysia yang dibantu Inggris, sehingga wilayah Kalimantan sebelah Utara yaitu Sabah dan Sarawak jatuh ke pangkuan Malaysia. akhirnya presiden pertama RI Ir. Soekarno membentuk kekuatan terutama dengan negara-negara yang berhaluan komunis seperti China dan Rusia dalam organisasi kekuatan baru yang bernama CONEFO.
Bung Karno yang pada waktu itu merasa di khianati oleh PBB akhirnya mengeluarkan maklumat "Ganyang Malaysia" yang kemudian menyebabkan terjadinya konfrontasi antara Indonesia dengan Malaysia secara terbuka.
Oleh karena itu konflik antara Indonesia dan Malaysia yang terjadi akhir-akhir ini bukan merupakan hal baru, namun perbedaannya adalah kalau dulu kita mampu melawan kenapa sekarang tidak? pemimpin kita haruslah dapat bertindak seperti Pemimpin Revolusioner Bung Karno. 

 
Powered by Blogger