Head Office

Jl Ahmad Yani No. 124 Mojosari Mojokerto Phone 082-3300-24246 / 0856-321-62-68

Senin

KONTROVERSI SEJARAH MORAL BANGA INDONESIA



Bangsa Indonesia, tanah air tercinta kita dalam berbagai kesempatan ering kita “justifikasi” sebagai bangsa beradab, bermoral dan cinta damai. Bahkan dalam lagu-lagu daerah maupun nasional ada salah satu bait yaitu bangsa Indonesia bangsa yang ramah tamah, tata tentrem ayem gemah ripah loh jinawe. Hal tersebut seharusnya patut kita pertanyakan, benarkah bangsa kita memang bangsa yang betul-betul baik?
Dalam perjalanan Sejarah, banyak hal yang menunjukkan bahwa kita seharusnya merefleksikan kembali bagaimana sejarah moral bangsa kita. Untuk memperjelas sejauh mana perjelanan sejarah moral bangsa Indonesia perhatikan poin di bawah ini:
  1. Sejak masa kerajaan baik Hindhu-Budha maupun Islam dapat ditarik garis hubung bahwa mayoritas setiap pergantian kekuasaan selalu diwarnai dengan perang saudara contohnya : Perang Paregrek Majapahit, Pemberontakan Ken Arok, Perebutan Tahta Demak, Pecahnya Keraton Mataram Islam dan lain sebagainya.
  2. Setelah Indonesia merdeka banyak pula beberapa peristiwa peperangan saudara dalam negeri ini seperti APRI, PRRI, DI/TII dll.
  3. Presiden ke-1 RI Soekarno yang sejak awal selalu dieluh-eluhkan sebagai Cendikiawan dan tokoh pergerakan nasional, sang Proklamator, Panglima tertinggi ABRI yang setiap kata-katanyaselalu di dengar rakyat akhirnya turun tahta tanpa penghormatan yang layak. Proses lengsernya Soekarno pun sampai sekarang masih menjadi perdebatan hangat terutama masalah SUPERSEMAR dan keterlibatan dalam G30S.
  4. Presiden Ke-2 RI Soeharto. Dianggap sebagai pahlawan besar dengan keberhasilannya dalam menumpas PKI dan pelaksanaan program Orde Baru yang brilliant hingga membuat rakyat merasa bahwa Soeharto adalah sosok manusia setengah dewa. Namun kenyatannya Soeharto lengser tetap dengan cara yang sama digulingkan oleh peristiwa-peristiwa berdarah dengan puluhan korban nyawa yaitu Reformasi dengan meninggalkan kebencian yang mendalam di hati seluruh rakyat indonesia akibat kejahatan-kejahatan politik Soeharto sendiri.
  5. Presiden Ke-3 RI BJ.Habibie. menjadi orang terpandai dalam catatan sejarah Indonesia dengan IQ hampir menyamai seorang Einstein naik tahta menjadi Presiden setelah Soeharto mundur dari jabatan akhirnya juga tidak berlangsung lama karena beliau dianggap sebagai tangan panjang dari Soeharto sehingga akhirnya Habibie mangkat tanpa penghormatan sedikitpun dari saudara sebangsanya sendiri, ironisnya seorang Habibie adalah tokoh dunia yang kredibilitasnya di mata internasional tidak diragukan lagi.
  6. Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid atau biasa disebut Gusdur. Gusdur adalah tokoh besar dengan latarbelakang sebagai ketua ponpes Tebu Ireng, Ketua organisasi Agama terbesar di Indonesia yaitu PBNU, dan ketua salah satu partai pemenang Pemilu 1999 yaitu PKB. Pada akhirnya juga diusir secara paksa dari Istana Presiden, yang lebih memalukan beliau keluar dari istana hanya dengan menggunakan celana pendek dan kaus dalam sungguh suatu bentuk penghormatan yang tidak sepantasnya bagi seorang presiden.
  7. Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri. Sebagai seorang anak dari Proklamator RI Megawati sedikit banyak telah memberikan contoh tauladan yang bijak. Namun karena kesalahannya dalam menentukan kebijakan ekonomi dan hubungan yang kurang baik dengan beberapa menteri di kabinetnya akhirnya Megawati juga mangkat tanpa suatu bentuk apresiasi yang tinggi dari rakyat.
Berikut tadi adalah gambaran bagaimanakah sejarah moral bangsa kita, sekarang kereta sejarah kita sedang dipimpin Presiden hasil pemenang Pemilu 2009 secara mutlak dan hanya 1 kali putaran. Hal ini menunjukkan bagaimana apresiasi dan dukungan rakyat terhadap Presiden SBY begitu besar, namun berbagai wacana untuk menurunkan SBY secara paksa masih begitu gencar.
Yang menjadi persoalan apakah kita mau mengulangi sejarah kelam bangsa kita di atas? Apa kita tidak malu dengan identitas kita sebagai bangsa yang besar dan beradab? Kalau memang kita malu, sudah saatnya kita merefleksikan fikiran kita untuk dapat menjadi bangsa yang besar dan beradab seutuhnya. Sebagai bangsa dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia sudah seharusnya ajaran  agama Islam saling memaafkan dapat kita laksanakan. Baik buruknya presiden dan mantan presiden kita terdahulu haruslah dapat kita maklumi. Mereka hanyalah manusia yang juga dapat berbuat salah, namun mereka tetaplah tokoh besar yang harus tetap dihormati dan dibanggakan sebagai pahlawan negeri ini yang tak tergantikan oleh apapun. Ayo Indonesia kita berubah ke arah yang lebih baik.







2 komentar:

bayu mengatakan...

kasihan presiden sby.....udah gaji pas2an di kriktik pisan

Heru Setyawan mengatakan...

oyi kasihan,kasihan,kasihan

Posting Komentar

 
Powered by Blogger